Ekbis

Minggu, 27 September 2020 - 06:13 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Pendataan jumlah madu hutan Flores oleh Karantina Pertanian Ende. (Foto: Rian Laka)

Pendataan jumlah madu hutan Flores oleh Karantina Pertanian Ende. (Foto: Rian Laka)

Lalu Lintas Madu Hutan Flores Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Ende, detakterkini.com – Kementerian Pertanian melalui Kepala Karantina Pertanian Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Konstan Manalu, mencatat adanya peningkatan lalu lintas madu hutan asal Flores, disepanjang masa pandemi covid-19.

Hal itu disampaikan, Konstan, melalui keterangan tertulis yang diterima detakterkini.com, Jumat (25/9/2020).

Ia menjelaskan, dari data pada sistem perkarantinaan, Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) mencatat kenaikan jumlah madu yang dilalulintaskan sebesar 26,96% dibandingkan tahun lalu. Diperkirakan, jumlah tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun 2020.

“Ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha budidaya madu hutan di Flores,” tandas Konstan.

Menurutnya, madu hutan dipercaya masyarakat akan khasiatnya untuk menjaga daya tahan tubuh, terlebih di masa pandemi covid-19 ini. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor peningkatan permintaan terhadap komoditas ini.

Komoditas ini dilalulintaskan ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa, Bali, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat.

“Madu hutan yang akan dilalulintaskan, terlebih dahulu kami lakukan pemeriksaan organoleptik yang berhubungan dengan warna, bau dan rasa. Setelah madu dinyatakan baik dan layak, maka siap untuk dilalulintaskan,” jelasnya.

Ia menambahkan, volume madu hutan Flores yang telah disertifikasi pada bulan Januari – Agustus 2019, hanya sebanyak 1,8 ton. Sedangkan pada periode Januari – Agustus 2020, telah mencapai 2,5 ton.

“Ada ratusan jenis madu yang terdapat di Indonesia. Salah satu yang populer dikonsumsi adalah jenis madu hutan. Manfaat madu hutan ini disebut-sebut lebih baik dari pada madu biasa, karena kandungannya yang lebih kaya dan alami,” ungkap Konstan.

Dorong Potensi Unggulan Jadi Komoditas Ekspor

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, turut mengapresiasi peningkatan lalu lintas komoditas unggulan asal Pulau Flores ini.

“Lakukan sinergitas dengan dinas dan pelaku usaha agar tidak hanya untuk domestik tapi bisa jadi unggulan ekspor,” kata Jamil.

Jamil, menyarankan, lakukan koordinasi untuk pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan dan kearifan lokal.

“Pendampingan pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan, juga akses informasi ekspor dapat kita berikan, agar target tiga kali lipat ekspor yang dicanangkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dapat tercapai, sekaligus meningkatkan nilai dan kesejahteraan petani,” pungkas Jamil.

Untuk diketahui, madu telah lama digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit, baik dalam bentuk antiseptik, antibakteri, bahkan kini digunakan sebagi bahan kosmetik. (ral)

Artikel ini telah dibaca 185 kali

Baca Lainnya
x