Ekbis

Jumat, 25 September 2020 - 07:39 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Umbi tanaman Porang. (Foto: Ist)

Umbi tanaman Porang. (Foto: Ist)

Pasar Menjanjikan, Petani di Reok Barat Kembangkan Tanaman Porang

Manggarai, detakterkini.com –  Amorphophallus muelleri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Porang, merupakan tanaman penghasil umbi yang sangat strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang cukup besar untuk diekspor.

Berdasarkan data Badan Karantina Pertanian, ekspor Porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor mencapai Rp 11,31 miliar.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor, yakni; Jepang, Tiongkok, Vietnam dan Australia. Dari potensi itu, sejak tahun 2019 lalu, petani di Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai membidik tanaman ini untuk dikembangkan, mengingat potensi ekonomi yang menjanjikan.

Salah seorang petani, Germanus Agon, asal Golokukung, Desa Sambi, menuturkan, selama ini, tanaman Porang dianggap tanaman liar karena banyak tumbuh di hutan-hutan dan kebun milik warga.

“Saat ini, hampir seluruh petani di Kecamatan Reok Barat mulai membudidayakan puluhan bahkan ratusan tanaman Porang di kebun masing-masing,” ungkapnya.

Agon, menjelaskan, tanaman Porang memiliki daun yang lebar, ujung runcing dan berwarna hijau muda, dengan batang yang halus dan berwarna belang-belang hijau putih.

“Pada setiap pertemuan cabang tanaman Porang ini, terdapat bubil warna coklat yang nantinya menjadi bibit Porang. Porang akan mengakibatkan gatal-gatal, bila tidak diolah dengan baik terlebih dahulu sebelum dikonsumsi” jelasnya.

Diakuinya, tanaman Porang mulai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat di Kecamatan Reok Barat sejak ada orang yang mencari dan mau membeli umbi Porang.

“Untuk harga jualnya sendiri, di tingkat petani, tahun lalu hanya Rp 5.000 per kilogram. Waktu itu masih diambil dari tanaman yang tumbuh liar. Sekarang, petani di Kecamatan Reok Barat mulai banyak yang mencoba membudidayakan Porang ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya mengakui, melalui media internet, masyarakat di Kecamatan Reok Barat pun gencar mencari informasi tentang tanaman Porang ini.

“Saat ini, mereka mulai mengetahui bahwa umbi Porang banyak dicari untuk diekspor ke beberapa negara. Bahkan, permintaan ekspor umbi Porang mencapai belasan ribu ton. Informasinya, umbi Porang ini akan diolah untuk menjadi bahan baku kosmetik dan bahan pangan,” tutupnya. (ado)

Artikel ini telah dibaca 184 kali

Baca Lainnya
x