Ekbis

Rabu, 23 September 2020 - 21:14 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Kepala BI NTT, Nyoman Ariawan Atmajaya, didampingi Farhan Suhada, meresmikan Rumah Kofii Timor, Selasa (22/9/2020). (Foto: Gusti Musa)

Kepala BI NTT, Nyoman Ariawan Atmajaya, didampingi Farhan Suhada, meresmikan Rumah Kofii Timor, Selasa (22/9/2020). (Foto: Gusti Musa)

Rumah Kofi Timor Menyajikan ‘Kopi yang Mencerahkan’

Kupang, Detakterkini.com – Kepala Bank Indonesia (BI) Cabang NTT, I Nyoman Ariawan, meresmikan Usaha Kecil Menengah (UKM) Rumah Kofi Timor yang mengusung tagline ‘Kopi yang Mencerahkan’, berlokasi di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/9/2020).

UKM Rumah Kofi Timor itu merupaka rintisan Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Kupang, Farhan Suhada, dibantu oleh lima orang rekannya. Usaha itu didukung oleh BI Cabang NTT.

Pada kesempatan itu, Kepala BI Cabang NTT, Nyoman Ariawan, mengatakan, sebagai bank sentral, BI tidak hanya bicara soal ekonomi makro, tapi juga tentang bagaimana mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan dengan struktur yang baik. Menurutnya, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama BI adalah menjaga inflasi, agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

“Rumah Kofi Timor ini merupakan salah satu UKM yang tidak hanya menjual dan menghadirkan Kopi Timor, tapi membawa nuansa baru dengan tagline ‘Kopi yang Mencerahkan’. Karena di Rumah Kofi Timor, tidak hanya kopi yang disajikan, tapi dapat ilmu dan dapat kawan,” ujar Nyoman.

Ia menjelaskan, hadirnya Rumah Kofi Timor ini merupakan ide yang sangat bagus, karena menjadi bagian dari industri kuliner di daerah ini.

“Mudah- mudahan, Rumah Kofii Timor ini menjadi salah satu yang terbaik di Kota Kupang dan menjadi destinasi pariwisata, serta ‘Kopi yang Mencerahkan’ sebagaimana tagline yang diusung,” harap Nyoman.

Sementara itu, perintis Kofi Timor, Farhan Suhada, mengatakan, kopi yang disajikan UKM Kofi Timor merupakan kopi lokal NTT dan untuk sementara berasal dari Pulau Timor, khususnya dari Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Kami berterimakasih kepada BI karena memberi perhatian terhadap UKM, dan kami harap kerja sama ini tetap berlanjut,” ujar Fahran.

Untuk menikmati secangkir kopi, lanjut Fahran, cukup menyiapkan uang sebesar Rp 7.000 untuk kopi tubruk dan Rp 10.000 untuk kopi saring. Sedangkan untuk makanan pendamping kopi, disiapkan pisang dan ubi rebus. (abm)

Artikel ini telah dibaca 161 kali

Baca Lainnya
x