Ekbis

Senin, 21 September 2020 - 08:38 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Irfan dan Crew Soja Drink (Foto:FEC Media)

Irfan dan Crew Soja Drink (Foto:FEC Media)

Launching ‘Soja Drink’, Kadis Koperindag Nagekeo : “Ini Era Speedy”

Nagekeo, Detak Terkini – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo, Simporosa Tiel Djawaria selaku pembina usaha kecil dan menengah melaunching Soja Drink. Kegiatan pelaunchingan itu berlangsung di lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Sabtu (19/09/2020).

Soja Drink merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang saat ini mulai digeluti oleh masyarakat di wilayah itu.

Salah satu Warga pengusaha Soja Drink, Irfan, kepada media ini menceritakan motifasinya dalam memulai dan menekuni usaha ini.

“Saya ingin memperkenalkan Nagekeo dengan berbagai produk khas yang dimiliki daerah ini. Selain minuman, Soja Drink juga menyediakan makanan khas Nagekeo yakni ‘Manupalala’ atau Ketupat Opor Ayam Kampung, serta ‘Boba Brown Sugar’ yang dikemas dan dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau,” Ujarnya kepada FEC Media.

Ia berharap agar Soja Drink bisa menjadi menu yang dikenal luas dan dikemas sedemikian rupa, sehingga mengundang minat konsumen untuk mencintai produk-produk lokal Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Kabupaten Nagekeo, Simprosa Tiel Djawaria, menyampaikan dukungannya terhadap usaha Soja Drink yang saat ini mulai ditekuni masyarakat.

“Bahwa sekarang ini merupakan era speedy. Era kompetitif yang mengharuskan kita berkreasi lebih, cepat dan tepat dalam menjual produk yang ingin ditawarkan ke konsumen,” Ujarnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat harus mampu bersaing di semua sektor termasuk usaha kuliner. Makanan maupun minuman. Ia menuturkan, masyarakat bisa mempromosikan produk unggulan.

“Kami terus mendorong anak-anak muda yang mau berpikir maju untuk terus bergerak dengan kegiatan-kegiatan positif di bidang UMKM. Tingkatkan kualitas dan cita rasa setiap produk yang seperti makanan dan minuman. Intinya selalu terjaga kualitasnya dengan tetap memperhatikan sisi higienisnya,” Tambahnya lagi.

Lebih lanjut, dirinya berpesan agar semua usaha yang ditekuni masyarakat memiliki ijin. Khusus makanan dan minuman, kata dia, harus memiliki sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kami selalu siap menerima semua bentuk konsultasi dari para pelaku UMKM untuk membuka usahanya,” tutup Djawaria. (Kmr).

Artikel ini telah dibaca 424 kali

Baca Lainnya
x